Sabtu, 27 April 2013

SASTRA





PENGERTIAN SASTRA

Kata dasar Sastra terdiri dari sas dan tra. sas berarti aturan, ajaran, nasihat, petunjuk, agama, atau ilmu pengetahuan. Tra berarti alat. Awalan su yang melekat diawal kata sastra berarti indah atau bagus, sedangkan imbuhan gabung (konfiks)
ke-an menyatakan kumpulan. Jadi kesusastraan mengandung pengertian kumpulan ajaran atau karangan yang indah bahasanya dan baik isinya.
Seiring dengan perkembangan zaman, maka kata kesusastraan berarti hasil sastra yang indah, yang menimbulkan rasa seni para pembaca atau pendengarnya.
Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Sastra dibagi menjadi 2 yaitu Prosa dan Puisi, Prosa adalah karya sastra yang tidak terikat sedangkan Puisi adalah karya sastra yang terikat dengan kaidah dan aturan tertentu. Contoh karya Sastra Puisi yaitu Puisi, Pantun,  dan Syair sedangkan contoh karya sastra Prosa yaitu Novel, Cerita/Cerpen, dan Drama.

AWAL MULA LAHIRNYA SASTRA INDONESIA

Bertolak pada kesepakatan ahli yang menyatakan sastra Indonesia berawal pada roman-roman terbitan Balai Pustaka tahun 1920-an, sejarahnya hingga sekarang terhitung masih sangat muda, sekitar 80 tahun. Karena itu, diperlukan buku-buku sejarah sastra yang bisa dirujuk pelajar, mahasiswa, peminat, dan ahli sastra. Karena itu, wajarlah apabila perjalanan sejarah sastra Indonesia dibagi-bagi dengan mempertimbangkan momentum perubahan sosial dan politik, seperti tampak dalam buku Ajip Rosidi (1968). Pembagian yang lebih rinci dengan angka tahun menjadi 1900-1933, 1933-1942, 1942-1945, 1945-1953, 1953-1961, dan 1961-1967 dengan warna masing-masing sebagaimana tampak pada sejumlah karya-karya sastra yang penting. Kemudian pada periode 1961-1967 tampak menonjol warna perlawanan dan perjuangan mempertahankan martabat, sedangkan sesudahnya tampak warna percobaan dan penggalian berbagai kemungkinan pengucapan sastra. Format baru Kalau momentum sosial-politik masih dipergunakan sebagai ancangan periodisasi sejarah sastra Indonesia 1900-2000, mungkin saja tercatat format baru dengan menempatkan tiga momentum besar sebagai tonggak-tonggak pembatas perubahan sosial, politik, dan budaya, yaitu proklamasi kemerdekaan 17-8-1945, geger politik dan tragedi nasional 30 September 1965, dan reformasi politik 21 Mei 1998. Analisis struktural Umar Yunus tentang perkembangan puisi Indonesia dan Melayu modern (Bhratara, Jakarta, 1981) dan telaah struktural tentang novel Indonesia (Universiti Malay, Kuala Lumpur, 1974) barangkali dapat dipergunakan sebagai rujukan untuk menjelaskan perubahan-perubahan tersebut. Dengan mempertimbangkan ketiga momentum tadi maka diperoleh empat masa perjalanan sejarah sastra Indonesia, yaitu masa pertama mencakup tahun 1900-1945, masa kedua mencakup tahun 1945-1965, masa ketiga mencakup tahun 1965-1998, dan masa keempat yang dimulai pada tahun 1998 hingga waktu yang belum dapat diperhitungkan.
Dengan meminjam baju politik yang dianggap populer dan tetap mempertimbangkan nasionalisme maka penamaan keempat masa perjalanan sastra Indonesia itu bisa menghasilkan tawaran sebagai berikut: Masa Pertumbuhan atau Masa Kebangkitan dapat dipergunakan untuk mewadahi kehidupan sastra Indonesia tahun 1900-1945 dengan alasan bahwa pada masa itu telah tumbuh nasionalisme yang juga tampak dalam sejumlah karya sastra, seperti sajak-sajak Rustam Efendi, Muhamad Yamin, Asmara Hadi dan lain-lain. Yang jelas, pada masa itu bertumbuhan karya sastra yang sebagian sudah bersemangat Indonesia dan sekarang memang tercatat sebagai modal awal khazanah sastra Indonesia. Masa Pemapanan dapat dipergunakan untuk mewadahi kehidupan sastra Indonesia tahun 1965-1998 dengan alasan pada masa itu terjadi pemapanan berbagai sistem: sosial, politik, penerbitan, dan pendidikan yang dampaknya tampak juga di bidang sastra Indonesia. Mengingat besarnya muatan sejarah sastra Indonesia itu maka diperlukan pembagian sejarah pertumbuhan dan perkembangannya menjadi empat masa seperti tersebut tadi, yaitu (1) masa pertumbuhan atau masa kebangkitan dengan angka tahun 1900-1945, (2) masa pergolakan atau masa revolusi dengan angka tahun 1945-1965, (3) masa pemapanan dengan angka tahun 1965-1998, dan (4) masa pembebasan dengan angka tahun 1998-sekarang.

MACAM-MACAM KARYA SASTRA

A. PUISI
Puisi adalah ragam sastra yg bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait; gubahan dl bahasa yg bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus; sajak.

Ciri-ciri puisi:
· menggunakan bahasa sebagai kualitas estetiknya tambahan, atau selain arti semantiknya
· wujud estetika bahasanya dengan pengulangan yg disengaja
· memiliki meter dan rima
· dapat memiliki satu kata/satu suku kata
· memiliki arti tertentu


B. DRAMA
Drama adalah komposisi syair atau prosa yg diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yg dipentaskan: dia gemar menonton --; cerita atau kisah, terutama yg melibatkan konflik atau emosi, yg khusus disusun untuk pertunjukan teater; cak kejadian yg menyedihkan.

Ciri-ciri drama:
· Mesti ada konfliks
· Mesti ada aksi
· Harus dilakonkan
· Tempo masa kurang daripada 3 jam
· Tiada ulangan dalam satu masa


C. NOVEL
Novel adalah karangan prosa yg panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dng orang di sekelilingnya dng menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku

Novel memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
· Menceritakan sebagian kehidupan yang luar biasa
· Terjadinya konflik hingga menimbulkan perubahan nasib
· Terdapat beberapa alur atau jalan cerita (alur kompleks)
· Terdapat beberapa insiden yang mempengaruhi jalan cerita
· Perwatakan atau penokohan dilukiskan secara mendalam/ mendetail
· ditulis dengan gaya narasi, yang terkadang dicampur deskripsi untuk menggambarkan suasana
· bersifat realistis, artinya merupakan tanggapan pengarang terhadap situasi lingkungannya
· bentuknya lebih panjang dari cerpen, biasanya lebih dari 10.000 kata


D. ROMAN
Roman adalah karangan prosa yg melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing: -- lebih banyak membawa sifat-sifat zamannya dp drama atau puisi.

Ciri-ciri roman:
· Alur Kompleks
· Konflik sampai mengubah nasib tokoh secara tragis
· Menceritakan kehidupan tokoh secara mendetail sejak lahir sampai dewasa atau meninggal dunia
· Karakter tokoh disampaikan secara lebih mendetail


E. CERPEN
Cerpen adalah cerita pendek (kurang dr 10.000 kata) yg memberikan kesan tunggal yg dominan dan memusatkan diri pd satu tokoh dl satu situasi (pd suatu ketika)

Ciri-Ciri Cerpen:
· Tidak lebih dari 10.000 kata ( selesai dalam " sekali duduk"/15-30 menit.)
· Besifat Fiksi.
· Fokus cerita pada satu kejadian tunggal.
· Terbatas pada hal-hal yang penting saja.
· Perwatakan tokoh digambarkan sekilas.
· Alur yang digunakan alur rapat.
· Konflik yang ditampilkan tidak menimbulkan perubahan nasib tokohnya.


F. HIKAYAT
Hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yg berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta, msl -- Hang Tuah; -- Perang Palembang; -- Seribu Satu Malam

Ciri-ciri hikayat adalah:
· Bersifat istana centris
· anonim(nama pengarang tidak di cantumkan)
· berkembang secara stetis
· bersifat imajinatif,hanya bersifat khayal
· Lisan,karena di sebarkan lewat mulut ke mulut
· berbahasa klise,meniru bahasa penutur sebelumnya
· bersifat logis,menggunakan logika sendiri tidak sesuai dengan logika sendiri



Sumber : http://dewanku02.blogspot.com/2013/02/pengertian-sastra.html
http://asemmanis.wordpress.com/2009/10/03/pengertian-sastra-secara-umum-dan-menurut-para-ahli/
http://cozyntan.blogspot.com/2010/12/macam-macam-karya-sastra.html 

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda